Majukan Bangsa, Tingkatkan Kapasitas SDM

Efrisbahri

efri s bahri

Online – Direktur Mitra Peduli Indonesia (MPI) menyatakan kalau kita ingin memajukan bangsa ini maka kapasitas sumberdaya manusia nya harus terus ditingkatkan. Selain kapasitas, maka perlu juga dibangun integritasnya. Dengan demikian kalau SDM nya memiliki kapasitas dan integritas, kita optimis potensi sumberdaya alam yang ada di negeri ini bisa dikelola dengan baik.

Menurut Efri S. Bahri, kita perlu mengambil pelajaran dari negara tetangga kita Singapura. Sebagaimana pernah diungkapkan Prof. Goh Chor Boon Wakil Direktur National Institute for Education (NIE) salah satu lembaga pendidikan pemerintah terbesar di Singapura mengatakan “Kami tidak punya sumber daya alam, kami tidak punya tambang, kami hanya punya human resources. Kalau kami tidak punya pendidikan yang baik, maka kami tidak akan bertahan”.

“Kita bisa bandingkan bagaimana tingkat kemakmuran warga Singapura dibandingkan dengan Propinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura. Karena faktor sumber daya manusia jugalah makanya Presiden RI Pertama Soekarno berseru “Berikan Aku 10 Pemuda, Akan Ku Guncangkan Dunia”. tambahnya.

Terkait dengan peningkatan kapasitas dan integritas SDM tersebut, maka MPI dengan visi kewirausahaan sejak 2 tahun lalu mendirikan SMK Mitra Indonesia di Kabupaten Bogor yang diutamakan bagi para pelajar yang kurang mampu (yatim dan dhuafa). “Dengan adanya muatan kewirausahaan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas dan integritas para pelajar. Sehingga mereka mampu membuka lapanga kerja secara mandiri dan bersinergi”, punkas Alumni Universitas Andalas ini.

By efri s. bahri Posted in Artikel

MPI: Optimalkan Pengembangan Sumberdaya Lokal Untuk Antisipasi Krisis Global

Senin, 6 Feb 2012 05:27 WIB

JAKARTA, RIMANEWS-Direktur Mitra Peduli Indonesia (MPI), Efri S. Bahri, mengungkapkan saatnya Indonesia mengoptimalkan pengembangan potensi sumberdaya lokal untuk mengantisipasi dampak krisis global yang saat tengah melanda dunia internasional khususnya Eropa dan Amerika. Kalau saja kita terlambat, maka bukan tak mungkin krisis juga akan mendera bangsa ini.

Lebih lanjut Efri memaparkan dengan jumlah hutang luar negeri Indonesia yang mencapai Rp. 1.937 triliun sebagaimana dilansir Seknas Fitra menggambarkan betapa rapuhnya pondasi keuangan negara.

Menurut Seknas Fitra Uchok Sky Khadafi, Hutang luar negeri Indonesia pada tahun 2010 atau zaman Presiden SBY sebesar Rp 1.677 triliun. Pada tahun anggaran 2011 utang luar negeri Indonesia sebesar Rp 1.803 triliun, dan pada tahun 2012 utang luar negeri Indonesia mencapai Rp 1.937 triliun. Continue reading

Antisipasi Krisis, MPI Desak Kembangkan Sumberdaya Lokal

Gawat! Tahun 2012 Utang Indonesia di Luar Negeri Capai Rp 1.937 Triliun
Minggu, 05 Februari 2012 22:57 WIB
LENSAINDONESIA.COM: Direktur MPI (Mitra Peduli Indonesia) mengungkapkan saatnya Indonesia mengoptimalkan pengembangan potensi sumberdaya lokal untuk mengantisipasi dampak krisis global yang saat in tengah melanda dunia Internasional, khususnya Eropa dan Amerika. Bahkan, jika terlambat, maka bukan tak mungkin krisis juga akan mendera tanah air.

Lebih lanjut Efri memaparkan, dengan jumlah hutang luar negeri Indonesia yang mencapai Rp 1.937 triliun, sebagaimana dilansir Seknas Fitra menggambarkan betapa rapuhnya pondasi keuangan negara.

Menurut Seknas Fitra Uchok Sky Khadafi, hutang luar negeri Indonesia pada tahun 2010 atau era Presiden SBY sebesar Rp 1.677 triliun. Pada tahun anggaran 2011 utang luar negeri Indonesia sebesar Rp 1.803 triliun dan pada tahun 2012 utang luar negeri Indonesia mencapai Rp 1.937 triliun. Continue reading

Pemerintah Harus Prioritaskan Penanganan Fakir Miskin

Jakarta (2/2) – Direktur Mitra Peduli Indonesia (MPI) Efri S. Bahri berharap tahun 2012 ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah dalam penanganan fakir miskin. Untuk itu, ia minta pemerintah memprioritaskan
program penanganan fakir miskin. Hal ini sesuai dengan amanat Pasal 34 Undang-undang Dasar 1945 yang menyebutkan bahwa Fakir miskin dan anak- anak yang terlantar dipelihara oleh negara. Untuk itu, Peraturan Pemerintah yang diamanatkan UU No.13 Tahun 2011 perlu disegerakan.

Lebih lanjut ia memaparkan, setelah 66 tahun merdeka, Indonesia telah memiliki kebijakan tentang penanganan fakir miskin dengan disyahkannya Undang-Undang No.13 Tahun 2011, Tentang Penanganan Fakir Miskin. “Dengan adanya kebijakan ini, maka seharusnya sudah muncul numenklatur baru yakni fakir miskin yang selanjutnya harus diakomodir di dalam APBN dan APBD. Dengan demikian, sesuai ketentuan UUD NRI Tahun 1945, negara bertanggung jawab untuk menangani fakir miskin guna memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kemanusiaan”, jelas Alumni Universitas Andalas ini Continue reading

By efri s. bahri Posted in Artikel

Pemuda dan Kerelawanan

Oleh : Efri S. Bahri *)

INDONESIA merupakan salah satu negara terbesar di dunia. Hal ini bisa dilihat dari berbagai sisi baik dari sumberdaya manusia, sumberdaya alam, kebudayaan, dan dinamika yang terjadi di dalamnya.

Begitu juga dari sisi kontribusinya terhadap dunia internasional, Indonesia telah menunjukkan peran yang begitu besar di dalam mendorong kemerdekaan bangsa-bangsa di dunia.

Kedepan, jika sumberdaya manusianya memiliki kapasitas dan pengorbanan yang tinggi maka Indonesia akan mampu menjadi negara yang besar, maju dan bermartabat. Continue reading

Tahun 2012 Penuh Tantangan

Oleh Efri S. Bahri

Di dalam Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2012 secara eksplisit disebutkan ada dua tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia. Pertaman, secara internal, tantangan yang dihadapi Indonesia pada tahun 2012 adalah: (1) masih tingginya jumlah orang miskin, yang mencapai 31,02 juta jiwa pada tahun 2010; (2) masih cukup besarnya tingkat pengangguran, meskipun telah berhasil diturunkan dari 11,24 persen pada tahun 2005 menjadi 7,14 persen pada bulan Agustus 2010; (3) masih cukup tingginya jumlah daerah tertinggal yang tersebar di berbagai wilayah, walau sudah membaik; serta (4) kondisi infrastruktur yang belum memadai, baik dalam hal ketersediaan, kehandalan, maupun kualitasnya serta efektivitas birokrasi yang belum optimal. Dengan demikian, pembangunan nasional pada tahun 2012 jelas masih dihadapkan pada persoalan kemiskinan, pengangguran, serta kesenjangan yang masih luas.

Untuk menghadapi berbagai tantangan yang semakin berat tersebut, maka diperlukan kesungguhan segenap anak bangsa untuk berkontribusi di dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut. Pertama,  kesungguhan dalam menata sumberdaya apratur pemerintah. Setiap orang tentu akan bisa menjadi solusi sesuai dengan kapasitas dan amanah yang diembannya. Pemerintah sebagai pemegang amanah mesti menunjukkan kesungguhannya, seling bahu membahu dan bersinergi di dalam membangun bangsa ini. Paradigma kerja yang melayani rakyat bukan dilayani rakyat diharapkan menjadi budaya sehingga image birokrasi menjadi lebih baik. Continue reading